Senin, 05 September 2016
Semut dan Kicauan Burung
Ak takkan mematikan semut disaat mengigiti kulit tubuh ak, karena ak tau semut itu tak berdosa menggigit tanganku. Ak berterima kasih terhadap semut tersebut, ak bisa merasakan sakitnya digigit. Tak sebanding dengan perbuatan semut jikalau ak membunuhnya. Ak bersyukur karena rasa sakit itu tidak sebanding rasa guncangan diri yang dahsyat dari randomnya dunia. Kala itu semut dan kicauan burung yang syahdu mengiringi jatuhnya riuk belangga.
Kala itu ak, semut, kicauan burung dan pelajaran hidup .
Terima kasih, karena ak selalu bisa merasakan segala nikmat dari sang pencipta melalui engkau.
Kala itu ak, semut, kicauan burung dan pelajaran hidup .
Terima kasih, karena ak selalu bisa merasakan segala nikmat dari sang pencipta melalui engkau.
Langganan:
Postingan (Atom)